Senin, 07 Juli 2008

Pola Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah

Pola Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah
Onno W. Purbo

Usaha Kecil Menengah (UKM) barangkali merupakan salah satu andalan utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara. Terbukti di masa krisis dengan bertumbangan banyak usaha konglomerasi yang dililit hutang luar negeri, usaha kecil menengah terutama yang berorientasi eksport justru meraup keuntungan yang luar biasa. Sebagian lagi survive dengan berbagai cara karena kecilnya investasi & modal yang berputar.

Pemberdayaan usaha kecil menengah ini mungkin akan menjadi kunci utama supaya kemungkinan survive negeri ini menjadi lebih tinggi. Bahkan bukan mustahil memberdayakan para jebolan pegawai negeri yang departemennya di likuidasi untuk menjadi usahawan kecil & menengah. Dengan Internet sebetulnya proses pemberdayaan tersebut menjadi sangat menakjubkan, dengan biaya yang kecil (sedikit) proses pemberdayaan UKM dapat dilakukan untuk banyak usahawan.

Contoh pola pemberdayaan UKM yang saya lihat menarik dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di Departemen Small Businesss Administration pada situs Web http://www.sba.gov/.

Departemen Small Bisnis Administation kira-kira sama dengan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah yang ada di Indonesia. Hanya saja tampaknya agak berbeda jauh dari sisi strategi & keseriusan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan yang dilakukan oleh Depkop. Jika kita nanti memperhatikan dengan seksama pola yang digunakan oleh Amerika Serikat tidaklah mengherankan jika usaha kecil mereka menjadi maju, karena betul-betul di berdayakan oleh pemerintahnya.


Tampak pada gambar adalah tampilan situs Web http://www.sba.gov/. Jika anda melakukan surfing ke dalam situs tersebut, saya berani menjadi bahwa anda akan terkagum-kagum oleh demikian niatnya SBA di US ini memberdayakan UKM-nya. Pola pemberdayaan sangat kental sekali, fungsi regulator betul-betul terasa untuk melindungi si UKM. Di antara sekian banyak fasilitas yang ada – ada beberapa fasilitas utama yang saya pikir akan sangat menarik jika di sediakan untuk UKM kita di Indonesia.


Perpustakaan barangkali yang bagian yang menarik di SBA. Di Perpustakaan di sediakan dalam bentuk softcopy berbagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan (Frequently Asked Questions – FAQ), berbagai formulir yang dibutuhkan oleh para pengusaha, berbagai peraturan & perundangan yang berkaitan bagi UKM, berbagai catatan, berbagai statistik yang berkaitan dengan usaha yang mungkin dibutuhkan bagi sebuah UKM untuk berkembang.

Bagian starting merupakan bagian yang akan sangat menarik bagi sebagian besar UKM pemula, template bisnis plan yang lengkap sekali bagi sebuah UKM sampai detail perhitungan maupun proposal lengkapnya sehingga sebuah UKM dapat melakukan perhitungan di awal tentang kemungkin survive-nya ke depan. Bahkan berbagai perangkat lunak yang dibutuhkan untuk misalnya accounting, dll dll tersedia secara cuma-cuma untuk di download dari situs SBA ini agar sebuah UKM dapat dengan mudah menjalankan usahanya.

Bagi UKM yang membutuhkan financing / pendanaan juga di sediakan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk pendanaan tersebut secara terbuka. Berbagai persyaratan yang perlu disiapkan di jelaskan.

Transparansi yang sangat terbuka dari segala hal tampak sekali dilakukan oleh SBA di US. Kunci utama-nya sebetulnya kebiasaan untuk menyebarkan segala informasi yang ada secara terbuka ke masyarakat. Semoga saja pemerintah Indonesia dapat melakukan transparansi yang dibutuhkan bagi UKM di Indonesia. Alangkah indahnya hidup kita di Indonesia jika transparansi informasi dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi bisnis spekulasi di Indonesia.

Selasa, 01 Juli 2008

Internet bagi Usaha Kecil & Menengah

Onno W. Purbo

Pada masa krisis ekonomi pada saat ini, dunia usaha tampak cukup goncang dengan perubahan yang cukup drastis dari nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Tampaknya usaha-usaha kecil, menengah, agribisnis yang lebih tahan terhadap perubahan nilai tukar Rupiah ini, kemungkinan karena kemampuan usaha tersebut utk memproduksi jasa / barang / produk lainnya tanpa terlalu tergantung pada produk asing.

Melihat potensi yang ada pada usaha kecil & menengah utk dapat survive dalam krisis moneter ini, tampaknya ada beberapa usaha utk membantu bidang usaha tersebut utk lebih effisien lagi dibantu dengan Teknologi Informasi. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba me-review beberapa usaha yang sedang diusahakan utk berjalan, yaitu:

§ Canada Indonesia Technology Network (CITN)
§ Trade Point (Departemen Industri & Perdagangan - INDAG)
§ Gerombolan Wong-cilik@isnet.itb.ac.id

Saya yakin ada beberapa usaha lain yang sedang diusahakan utk berjalan, seperti oleh Departemen Koperasi - Pak Adi Sasono paling tidak ada bercita-cita utk E-Commerce bagi usaha kecil & menengah, maupun usaha-usaha swasta lainnya yang sifatnya lebih pada Internet Content Provider (ICP) tapi belum aktif melakukan community based participatory action activities.

Gerombolan Wong Cilik - berawal dari hasil ngobrol beberapa mahasiswa ITB yang tergabung dalam PUSAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA (PUSTENA) MASJID SALMAN ITB dalam rangka membantu pesantren & madrasah. Seluruh kegiatan dilakukan secara swadana / swadaya masyarakat & bertumpu pada orang-orang yang sangat berdedikasi didalamnya. Ide awal para mahasiswa ini (seperti Arief, Soni dll) adalah berusaha membangun jaringan antar pesantren & madrasah. Akhirnya berkembang menjadi usaha memenuhi penyaluran hasil bumi & mendukung usaha yang dihasilkan para santri / pesantren melalui yayasan-yayasan pesantren tersebut. Kegiatan ini antara lain didukung oleh Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) di Jawa Barat yang melibatkan sekitar 200-an pesantren di Jawa Barat. Juga beberapa jaringan pesantren besar seperti Pesantren Hidayatullah dll.

Mailing list wong-cilik@isnet.itb.ac.id dibangun utk memfasilitasi tempat berdiskusi bagi para aktor pembangunan pesantren ini satu dengan lainnya. Selama ini proses diskusi dilakukan melalui telepon & FAX yang menyebabkan biayanya cukup tinggi. Bagi pesantren-pesantren di daerah teknologi packet radio diusahakan digunakan karena biayanya yang relatif rendah dibandingkan dengan menyewa leased line / interlokal di Bandung. Teknologi tersebut sebagian dapat dilihat di http://xxx.itb.ac.id/~yc1dav/ . Mailing list ini merupakan salah satu mailing list yang cukup aktif diantara berbagai mailing list yang berorientasi pada bantuan bagi usaha kecil & menengah.

Utk memfasilitasi proses diseminasi informasi maka saat ini sedang dibangun Web bagi keperluan Wong-Cilik di http://wong-cilik.itb.ac.id. Bagi rekan-rekan yang menyempatkan diri utk melakukan browsing ke Web tersebut, di situ menyediakan fasilitas bagi kita utk mendaftarkan produk maupun keahlian kita ke dalam Web supaya memudahkan terjadinya kerjasama diantara kita semua.

Canada Indonesia Technology Network (CITN) - dari namanya kita dapat memperkirakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah usaha yang melibatkan kerjasama Indonesia-Canada. Memang betul, kegiatan ini merupakan inisiatif National Research Council (NRC) Canada utk menjembatani usaha kecil & menengah di Indonesia kepada dunia ilmu pengetahuan & teknologi agar lebih kompetitif dalam era globalisasi. Secara teori, diharapkan CITN dapat membangun berbagai database & jaringan komunikasi antara masyarakat-masyarakat ilmu pengetahuan & teknologi (yang ada di dunia pendidikan, dunia penelitian seperti LIPI & BPPT) dengan masyarakat di dunia usaha kecil & menengah. Karena kita tahu bahwa dunia usaha kecil & menengah kemungkinan besar sekali tidak dapat mengakses jaringan Internet, maka harus dilakukan interfacing melalui berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat maupun Konsultan Pembangunan yang mendampingi usaha kecil & menengah tersebut.

CITN bermarkas di BPPT karena kerjasama antara NRC Canada dilakukan dengan Menristek. Pimpinan dilakukan oleh Dharma Setiawan (citnjkt@ibm.net) dalam mengkoordinasi kegiatan CITN ini.

Secara praktis, usaha utk membangun masyarakat dunia pendidikan & penelitian dicoba diusahakan melalui beberapa mailing list, seperti:

§ Citn@itb.ac.id - diharapkan merupakan tempat diskusi umum & terbuka dari CITN & dapat di subscribe secara cuma-cuma melalui majordomo@itb.ac.id. Akan tetapi tampaknya masih belum banyak masyarakat yang mengetahui hal ini, sehingga akhirnya mailing list tersebut kurang aktif. Sebetulnya hal ini tidak terlalu bermasalah karena saat ini sudah banyak mailing list di Indonesia yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti, indonesia-panel@itb.ac.id, ai3@itb.ac.id, sysop-l@itb.ac.id maupun database server yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti, http://www.lib.itb.ac.id/ .

§ Citn-core@itb.ac.id - merupakan tempat berdiskusinya pada aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diharapkan dapat menjadi interface / lembaga pendamping dunia usaha kecil & menengah dengan dunia teknologi informasi / Internet. Para LSM ini dari beberapa lembaga yang cukup aktif utk membantu usaha kecil & menengah, seperti, Yayasan Mandiri, PUPUK, Telebiro dll. Mailing list ini cukup aktif.

§ Citn-ctn@itb.ac.id - merupakan mailing list tempat berdiskusi steering committee CITN di Indonesia dengan Steering Committee Canada Technology Network (CTN) di Canada. Disini interaksi dilakukan jika kita membutuhkan bantuan dari sisi teknologi yang tidak dapat ditangani oleh Indonesia. Sifat mailing list tertutup bagi umum.

CTN juga sedang berusaha utk membangun database & Web server bagi kegiatannya, dari ITB kami akan membantu pengelolaan Web server tersebut. Pada saat tulisan ini dibuat, proses pembelian sedang dilakukan bagi Web tersebut.

Saya hanya berharap mudah-mudahan banyak orang / usaha kecil & menengah yang mengetahui hal ini agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan yang ada ini.

Trade Point - merupakan inisiatif yang dimotori oleh PBB (United Nation) utk membantu usaha kecil & menengah. Teknologi Electronic Data Interchange (EDI) digunakan dalam proses transaksinya. Karena EDI merupakan teknologi pertukaran message yang relatif low bandwidth, maka sebetulnya EDI ini menarik karena dapat menekan biaya transaksi secara keseluruhkan. Yang lebih menarik lagi, sebagian besar teknologi Trade Point dapat diperoleh secara hampir cuma-cuma dari rekan-rekan PUSDATA DEPRINDAG. Di Indonesia, Trade Point dicoba utk diaktifkan oleh rekan-rekan dari PUSDATA DEPRINDAG yang dimotori oleh Pak Putu@dprin.go.id, saat ini masih belum banyak rekan-rekan di Indonesia yang aktif menggunakan Trade Point tersebut. Web Trade Point Indonesia adalah di http://www.trade-point.or.id/ mudah-mudahan bisa menggugah rekan-rekan pembaca utk aktif.

Dari sekian banyak pengalaman di lapangan dalam usaha memberdayakan usaha kecil & menengah, yang menarik utk disimak bahwa:

§ Usaha yang sifatnya proyek top-down dari pemerintah atau lembaga donor sering kali gagal dalam mensustain kegiatannya setelah dana habis. Rasa memiliki anggotanya umumnya sangat kurang.
§ Usaha yang sifatnya inisiatif bottom-up, seperti wong-cilik@isnet.itb.ac.id, tampak bahwa keberhasilannya lebih nyata bahwa dapat menggulirkan roda usaha yang lebih jelas bagi usaha kecil & menengah. Rasa memiliki anggota-nya umumnya sangat kental.